Awas! 4 Kesalahan Finansial Ini Sering Bikin Rumah Tangga Retak

Setiap pasangan tentu mendambakan pernikahan yang langgeng dan bahagia. Namun sayangnya, tak ada pernikahan yang berjalan mulus tanpa kendala. Bahkan.

Setiap pasangan tentu mendambakan pernikahan yang langgeng dan bahagia. Namun sayangnya, tak ada pernikahan yang berjalan mulus tanpa kendala. Bahkan belum tentu semua pernikahan bisa bertahan dan berakhir bahagia selamanya. Karena berbagai faktor, sebuah pernikahan bisa berujung ke perceraian, dan menurut Pengadilan Agama (PA) di Cianjur Jawa Barat, faktor ekonomi merupakan pemicu utama terjadinya perceraian.

Kredivo

Dari data tersebut, terlihat jelas bahwa finansial merupakan salah satu hal yang harus benar-benar diperhatikan, apalagi dalam  berumah tangga. Salah-salah mengatur keuangan keluarga, bisa-bisa permasalahan berujung ke pengadilan. Tentu kamu ga mau kan? Sebenarnya, mengelola keuangan keluarga itu merupakan hal yang susah-susah gampang. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dan dihindari agar tidak menimbulkan kesalahan yang fatal.

Untuk kamu yang sudah berumah tangga, sebaiknya cek daftar di bawah ini, apakah masih sering kamu lakukan? Jika iya, sebaiknya segera ubah kebiasaan tersebut. Sedangkan untuk kamu yang masih lajang, sebaiknya antisipasi hal-hal ini mulai dari sekarang supaya kamu terhindar dari masalah finansial ketika berumah tangga kelak! Yuk, cek daftarnya.

Tidak terbuka soal penghasilan dan pengeluaran

Saat berumah tangga, keterbukaan diperlukan dalam segala hal, tak terkecuali masalah keuangan. Kasus yang banyak terjadi biasanya para suami hanya memberi jatah bulanan pada istri untuk dikelola, tanpa benar-benar transparan akan penghasilan yang mereka miliki. Begitu juga dengan para istri yang bekerja, istilah “uangmu uangmu uangku uangku” sebaiknya tidak kamu terapkan, karena prinsip tersebut salah besar.

UU Perkawinan No 1 Tahun 1974 menyebutkan bahwa semua harta yang didapatkan selama pernikahan adalah harta bersama. Artinya, bukan hanya harta suami yang menjadi harta istri, melainkan harta istri pun juga menjadi harta suami. Maka dari itu, para wanita karier juga harus terbuka soal penghasilannya ya kepada suami.

Begitu juga dengan pengeluaran, jangan ada yang ditutup-tutupi. Catat setiap pengeluaran yang terjadi supaya kamu bisa lebih mudah melacak kemana uangmu pergi. Kalau tiba-tiba di pertengahan bulan anggaran kebutuhan rumah tangga habis tak bersisa, kamu dan pasangan ga akan saling tuduh. Mau cara lebih mudah lagi? Kamu bisa coba manfaatkan kartu kredit digital Kredivo sebagai metode pembayaran setiap kali belanja online. Selain bisa memudahkanmu untuk mencicil barang tanpa kartu kredit, kamu juga bisa lebih mudah dalam memantau pengeluaran dan mengevaluasi kondisi finansialmu dengan https://www.kredivo.com/ karena seluruh rincian transaksi terekam dalam tagihan.

Menjalani gaya hidup boros

Sebelum menikah, mungkin kamu dan pasangan sering menghabiskan waktu berdua di luar rumah, seperti nonton film di bioskop, makan di restoran, atau sekadar cuci mata di mall. Para pria pun mungkin sering memberikan hadiah seperti boneka atau perhiasan kepada pasangannya. Ketika belum menikah, mungkin pengeluaran untuk hal-hal tersebut tidak seberapa.

Lain halnya jika kamu sudah menikah. Jika kegiatan ini sering kamu lakukan, bisa-bisa kamu dan pasangan malah susah nabung. Kalau sudah susah nabung, masa depan keuangan keluarga pun bisa terancam. Bayangkan kalau sang istri hamil di luar rencana, tapi tidak ada tabungan sama sekali yang tersisa. Bisa-bisa rumah tangga malah berantakan.

Pasangan suami istri sudah seharusnya saling mengingatkan ketika salah satu punya kebiasaan negatif. Kalau pasanganmu boros, maka tugasmu lah untuk mengingatkan dan mengubah kebiasaan tersebut. Pada akhirnya, semua kebiasaan buruk harus ditinggalkan demi kebaikan rumah tanggamu!

Iri dengan penghasilan pasangan

Di tengah tuntutan ekonomi yang semakin tinggi, merupakan hal wajar jika suami dan istri sama-sama bekerja. Namun sebagai kepala keluarga, seorang suami biasanya dituntut untuk memiliki penghasilan yang lebih tinggi dari istri. Jika hal yang sebaliknya terjadi, ga jarang sang suami merasa iri dan tersaingi. Apalagi jika penghasilan istri berkali-kali lipat dibandingkan suami.

Memang, ga semua pasangan mempermasalahkan hal ini. Tapi untuk sebagian orang, masalah ketimpangan gaji kerap menjadi masalah sensitif yang membuat hubungan rumah tangga menjadi retak. Kalau kamu termasuk salah satu pasangan yang menghadapi hal ini, saling menghargai dan menghormati penghasilan masing-masing merupakan kunci utama. Tidak masalah siapa yang menghasilkan uang lebih banyak. Toh, pendapatan kamu dan pasangan akan menjadi milik bersama pada akhirnya.

Terlalu banyak utang

Siapa sih yang ga stres dengan utang yang menumpuk? Kalau hidup sudah terlilit utang, seseorang pasti akan merasa tertekan dan tak jarang melampiaskan emosinya ke pasangan. Alhasil, hubungan jadi ga harmonis karena selalu ribut masalah utang. Para pakar finansial sudah sering menyebutkan bahwa cash flow yang sehat adalah rasio utang yang dimiliki tidak lebih dari 30% total penghasilan keluarga per bulannya. Lebih dari angka tersebut, kondisi keuangan keluarga terancam terganggu.

Sebagai contoh, kamu berencana untuk mengambil cicilan iPhone X tanpa kartu kredit seharga Rp 15 juta selama 6 bulan dengan bunga 2,95% per bulan menggunakan Kredivo. Misalnya total penghasilan bulanan kamu dan pasangan sebesar Rp 20 juta tiap bulan dan kamu tidak memiliki tagihan kredit lainnya. Idealnya, total utangmu tidak boleh melebihi Rp 6 juta setiap bulan. Dengan demikian, cash flow-mu cukup sehat untuk mengajukan cicilan tanpa kartu kredit tersebut.

Supaya terhindar dari utang yang menumpuk, perhitungkan dengan matang setiap kali kamu mengajukan pinjaman. Pastikan pasanganmu sepakat mengenai besaran utang beserta bunga dan tenor yang akan diambil. Dan tentunya, jangan lupa untuk memilih cicilan tanpa kartu kredit dengan tenor rendah seperti yang ditawarkan oleh Kredivo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *