Kisah Haru Perjalanan Penjual Kue Keliling Ingin Berangkat Umroh

Perempuan paruh baya bernama Norjannah biasa menghabiskan waktu sehari-harinya dengan menjajakan kue buatannya sendiri. Sedikit keahlian bisa membuat kue ternyata sangat berguna sekali bagi kehidupannya, ia jadi bisa membantu ekonomi keluarga berkat usahanya berjualan kue. Ibu Norjannah sengaja menjual kue dengan cara berkeliling dari rumah ke rumah agar jualannya cepat laku dan habis. Cara ini memang terkesan tidak praktis karena otomatis ia harus menyiapkan tenaga ekstra untuk berjalan, namun semua itu ia jalani dengan ikhlas.

Norjannah

Setiap kali berjalan menjajakan kue dagangannya, ibu Norjannah menggunakan keranjang untuk memudahkan membawa kue jualannya. Harga kuenya sangat murah serta rasanya enak, beberapa warga sekitar komplek ada yang menjadi langganannya. Terkadang, ia juga menerima pesanan kue dalam jumlah banyak untuk keperluan catering. Jika melihat usahanya yang hanya berjualan kue keliling, tentu banyak orang yang meragukan ia bisa naik haji atau umroh. Tapi keinginan  untuk bisa pergi ke tanah suci sudah terlanjur terpatri di hati Norjannah. Alasannya sederhana, ia ingin merasakan sholat di depan Ka’bah langsung.

Memang, tidak sedikit uang yang harus disediakan untuk bisa berangkat umroh apalagi haji. Itulah mengapa, tidak semua orang bisa melakukan ibadah ini. Namun, diantara ibadah lain yang bisa dilakukan, sebenarnya ada ibadah yang tidak kalah penting dibandingkan haji dan umroh, salah satunya ialah berwakaf. Harta benda yang kita wakafkan akan menjadi semacam tabungan untuk bekal di akhirat kelak.

Di jaman sekarang yang sudah modern, ketika ingin berwakaf, kita tidak perlu lagi bingung karena sudah ada asuransi wakaf  yaitu asuransi yang dananya dikelola dan dimanfaatkan untuk kepentingan umat. Ada beberapa perusahaan asuransi terkenal dan terpercaya yang menyediakan produk asuransi wakaf ini seperti Allianz. Bagi yang mulai tertarik ingin memiliki investasi akhirat, bisa segera mendafatarkan diri untuk memiliki asuransi wakaf. Jika ingin mendapatkan pahala yang terus mengalir, dari sejak masih hidup hingga meninggal dunia, maka berwakaflah! Tidak ada kerugian atas harta benda yang dikeluarkan di jalan Alla Ta’ala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *